Breaking News
- BPKPAD Kabupaten Purworejo Ikuti Technical Meeting Parade Kreatif 2026
- Rekonsiliasi Pendapatan Daerah Bulan Juli Tahun Anggaran 2026
- BPKPAD Ikuti Apel Pagi Gabungan dan Penyerahan Hadiah Fun Games HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Semester I Tahun 2026
- REKONSILIASI BENDA BERHARGA/KARCIS BULAN JUNI 2026
- BPKPAD PURWOREJO DAN BANK JATENG LAKUKAN PENYEMPURNAAN INTEGRASI BILLING CENTER UNTUK PEMBAYARAN RETRIBUSI DAERAH
- APEL PAGI ASN BPKPAD, INGATKAN PENTINGNYA MENOLAK GRATIFIKASI DAN MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA
- rapat koordinasi terkait integrasi e-BLUD antara BPKPAD, Dinas Kesehatan, Bank Jateng Cabang Purworejo, Bank Jateng Kantor Pusat, dan LPPSP
- Pemkab Purworejo Tinjau Lokasi Rencana Investasi PT Slameticon Digital Valley
- Sosialisasi dan Bimbingan Teknis PBJT Makanan dan/atau Minuman Serta Kemudahan Pembayaran Melalui QRIS
Tingkatkan Layanan Pencairan, Pemkab Purworejo Pelajari SP2D Paperless di Sragen

Dalam upaya memodernisasi sistem administrasi keuangan daerah, Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Dinkominfostatsandi) Kabupaten Purworejo melaksanakan studi tiru ke Kabupaten Sragen pada Rabu (6/5/2026).
Kunjungan ini difokuskan pada penerapan sistem Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Paperless yang telah sukses dijalankan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Sragen.
Rombongan dari Purworejo dipimpin langsung oleh Kepala BPKPAD dan Kepala Dinkominfostatsandi Kabupaten Purworejo. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kepala BPKPD serta jajaran Dinkominfo Kabupaten Sragen di kantor dinas setempat.
Transparansi dan Efisiensi Anggaran
Kepala BPKPAD Purworejo menyampaikan bahwa agenda ini merupakan langkah strategis untuk membawa perubahan pada proses birokrasi pencairan dana di Purworejo. Implementasi SP2D Paperless dinilai mendesak untuk mendukung percepatan layanan publik.
Kepala BPKPAD Purworejo menyampaikan bahwa agenda ini merupakan langkah strategis untuk membawa perubahan pada proses birokrasi pencairan dana di Purworejo. Implementasi SP2D Paperless dinilai mendesak untuk mendukung percepatan layanan publik.
“Tujuan utama kami adalah agar proses pencairan ke depan jauh lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Dengan sistem digital, jejak dokumen menjadi lebih jelas dan risiko keterlambatan bisa diminimalisir,” ujarnya.
Selain aspek kecepatan, peralihan ke sistem digital (elektronik) ini juga menjadi bagian dari gerakan ramah lingkungan dan penghematan anggaran. Penggunaan dokumen elektronik dalam alur penerbitan SPP, SPM, hingga SP2D diproyeksikan mampu menekan belanja Alat Tulis Kantor (ATK) secara signifikan di lingkungan pemerintah daerah.
Sinergi OPD dalam Digitalisasi
Keterlibatan Dinkominfostatsandi dalam studi tiru ini menunjukkan keseriusan Pemkab Purworejo dalam membangun infrastruktur teknologi informasi yang kuat. Sinergi antara pengelola keuangan dan penyedia infrastruktur digital diharapkan dapat memastikan sistem paperless tersebut berjalan stabil dan aman saat diterapkan di Purworejo nantinya.
Keterlibatan Dinkominfostatsandi dalam studi tiru ini menunjukkan keseriusan Pemkab Purworejo dalam membangun infrastruktur teknologi informasi yang kuat. Sinergi antara pengelola keuangan dan penyedia infrastruktur digital diharapkan dapat memastikan sistem paperless tersebut berjalan stabil dan aman saat diterapkan di Purworejo nantinya.
Dengan hasil studi tiru ini, Pemkab Purworejo berkomitmen untuk segera menindaklanjuti langkah-langkah teknis agar transformasi digital di bidang keuangan daerah dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat maupun internal birokrasi. (*/red)
.png)


