▴Hakordia▴
Breaking News
- Exit Meeting Pemeriksaan Terinci BPK RI atas LKPD Kabupaten Purworejo TA 2025
- Tingkatkan Layanan Pencairan, Pemkab Purworejo Pelajari SP2D Paperless di Sragen
- Purworejo Optimalkan Digitalisasi Daerah, Bupati Dorong Perluasan QRIS dan KKI di 2026
- Pimpin Apel Pagi, Kepala BPKPAD Tekankan Capaian Target Pajak Triwulan II dan Integritas ASN
- Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Keuangan, BPKPAD Kabupaten Purworejo Laksanakan Pembinaan Bendahara SKPD
- Kepala SMK Negeri 6 Purworejo Konsultasi terkait Status Lahan Sekolah di BPKPAD
- BPKPAD Kabupaten Purworejo Gelar Rapat Pembahasan Proyeksi Kemampuan Keuangan Daerah TA 2026 Perubahan
- BPKPAD Kabupaten Purworejo Ikuti Rakornas P2DD 2025 Secara Daring
- BPKPAD Kab. Purworejo Ikuti Rakornas Pendapatan Daerah 2026 Bersama Kemendagri
- Diskusi Panel Perubahan Tarif Retribusi Perda PDRD di Kabupaten Purworejo
Tingkatkan Layanan Pencairan, Pemkab Purworejo Pelajari SP2D Paperless di Sragen

Dalam upaya memodernisasi sistem administrasi keuangan daerah, Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Dinkominfostatsandi) Kabupaten Purworejo melaksanakan studi tiru ke Kabupaten Sragen pada Rabu (6/5/2026).
Kunjungan ini difokuskan pada penerapan sistem Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Paperless yang telah sukses dijalankan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Sragen.
Rombongan dari Purworejo dipimpin langsung oleh Kepala BPKPAD dan Kepala Dinkominfostatsandi Kabupaten Purworejo. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kepala BPKPD serta jajaran Dinkominfo Kabupaten Sragen di kantor dinas setempat.
Transparansi dan Efisiensi Anggaran
Kepala BPKPAD Purworejo menyampaikan bahwa agenda ini merupakan langkah strategis untuk membawa perubahan pada proses birokrasi pencairan dana di Purworejo. Implementasi SP2D Paperless dinilai mendesak untuk mendukung percepatan layanan publik.
Kepala BPKPAD Purworejo menyampaikan bahwa agenda ini merupakan langkah strategis untuk membawa perubahan pada proses birokrasi pencairan dana di Purworejo. Implementasi SP2D Paperless dinilai mendesak untuk mendukung percepatan layanan publik.
“Tujuan utama kami adalah agar proses pencairan ke depan jauh lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Dengan sistem digital, jejak dokumen menjadi lebih jelas dan risiko keterlambatan bisa diminimalisir,” ujarnya.
Selain aspek kecepatan, peralihan ke sistem digital (elektronik) ini juga menjadi bagian dari gerakan ramah lingkungan dan penghematan anggaran. Penggunaan dokumen elektronik dalam alur penerbitan SPP, SPM, hingga SP2D diproyeksikan mampu menekan belanja Alat Tulis Kantor (ATK) secara signifikan di lingkungan pemerintah daerah.
Sinergi OPD dalam Digitalisasi
Keterlibatan Dinkominfostatsandi dalam studi tiru ini menunjukkan keseriusan Pemkab Purworejo dalam membangun infrastruktur teknologi informasi yang kuat. Sinergi antara pengelola keuangan dan penyedia infrastruktur digital diharapkan dapat memastikan sistem paperless tersebut berjalan stabil dan aman saat diterapkan di Purworejo nantinya.
Keterlibatan Dinkominfostatsandi dalam studi tiru ini menunjukkan keseriusan Pemkab Purworejo dalam membangun infrastruktur teknologi informasi yang kuat. Sinergi antara pengelola keuangan dan penyedia infrastruktur digital diharapkan dapat memastikan sistem paperless tersebut berjalan stabil dan aman saat diterapkan di Purworejo nantinya.
Dengan hasil studi tiru ini, Pemkab Purworejo berkomitmen untuk segera menindaklanjuti langkah-langkah teknis agar transformasi digital di bidang keuangan daerah dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat maupun internal birokrasi. (*/red)
.png)


