Pimpin Apel Pagi, Kepala BPKPAD Tekankan Capaian Target Pajak Triwulan II dan Integritas ASN

By Administrator 04 Mei 2026, 13:33:32 WIB Kegiatan
Pimpin Apel Pagi, Kepala BPKPAD Tekankan Capaian Target Pajak Triwulan II dan Integritas ASN

PURWOREJO – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD), Hadi Sadsila, SP.MM., memimpin langsung jalannya apel pagi rutin di halaman kantor BPKPAD pada Senin (04/05/2026). Dalam amanatnya, beliau memberikan sejumlah poin penting terkait evaluasi kerja, target pendapatan, hingga penguatan integritas birokrasi.
Mengawali arahannya, Hadi Sadsila memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai yang telah menunjukkan kedisiplinan tinggi. Beliau juga mengingatkan pentingnya manajemen waktu bagi mereka yang masih terlambat serta mendoakan kesembuhan bagi rekan sejawat yang sedang sakit agar dapat kembali beraktivitas.
Exit Meeting BPK dan Target Pajak Daerah
Terkait administrasi keuangan, Kepala BPKPAD menyampaikan bahwa rangkaian pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah dinyatakan selesai.
"Hari ini dijadwalkan akan dilakukan exit meeting. Mari kita berdoa bersama semoga hasilnya nanti sesuai dengan harapan kita semua dan mencerminkan tata kelola keuangan yang akuntabel," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga ritme kerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Fokus utama saat ini adalah pencapaian target pajak daerah pada triwulan kedua. Kepala BPKPAD menegaskan bahwa keberhasilan sektor pajak adalah kunci utama dalam pembiayaan pembangunan daerah.
"Target triwulan kedua yang telah kita canangkan harus tercapai. Ini krusial agar seluruh rencana pembangunan yang telah disusun pemerintah daerah dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran," tambahnya.
Komitmen Anti Korupsi
Menutup amanatnya, Kepala BPKPAD memberikan peringatan keras mengenai pentingnya menjaga moralitas kerja. Ia meminta seluruh jajaran untuk menjauhi segala bentuk praktik korupsi dan gratifikasi.
"Sekali lagi saya ingatkan, jauhi korupsi dan gratifikasi. Itu adalah sumber penyakit di dalam birokrasi yang bisa merusak sistem dan kepercayaan masyarakat. Mari kita bekerja dengan bersih dan profesional," pungkasnya.